Selasa, 27 Januari 2015

My Dreams Sonata - Nat King Cole

Ini gak tahu emang saya jadul banget apa gimana, bisa suka banget sama lagu-lagunya Nat King Cole. Sama sekali gak tahu mukanya, cuma denger suaranya aja. Salah satu yang Favorit ada 3 lagu yaitu Autumn Leaves, (I love You) For Sentimental Reason, sama My Dreams Sonata. Lagunya bisa ketebak kalau ini lagu lawas, tapi suara sama liriknya menyentuh...
Ini lirik lagu yang judulnya My Dreams Sonata, pernah sih tahun lalu post lirik yang Autumn Leaves..

My Dreams Sonata

My dream sonata is the music I hear
Each night when all the world is deep in slumber
And in my dreams, my darling, you appear.
While the music's playing, I hear you say,
"I love you! I love you!"

My dream sonata has the beauty of prayer,
A prayer my lonely heart has set to music
That when I wake, my darling, you'll be there.
But when I awaken, you're gone, it seems.
Like my sonata, you are only in my dreams.

My dream sonata has the beauty of prayer,
A prayer my lonely heart as set to music
That when I wake, my darling, you'll be there.
But when I awaken, you're gone, it seems.
Like my sonata, you are only in my dreams
.



Gatau kenapa, liriknya ngena banget aja gitu. Tiap misal karaoke sama temen terus nyanyi lagunya Nat King Cole suka pada gak ikut nyanyi, soalnya nada nya emang lawas ...haha

But I love it. 

Jumat, 23 Januari 2015

Seperti Ninja Hatori

Seperti Ninja Hatori
Oleh : Yuli Yuliani

Hari ini aku bertualang, melewati pematang sawah
Melewati sungai yang beriak mengalir deras
Melintasi pegunungan dan tempat bersemayamnya jasad manusia setelah tiada
Aku terus berjalan, sendirian..
Menemukan tanah lapang berumput hijau tapi setengah botak
Lapangnya boncel-boncel, karena rerumputan terinjak saat hujan
Aku melangkah, berhenti sejenak ditengah lalu menengadah
Lalu menatap kaki tanpa alas..
Ternyata perih dan penuh tanah
Kulangkahkan lagi kaki ini, tak terhalau perih dari luka
Cukup jauh, aku berhenti kembali kini ada sebuah perkampungan sepi
Kini denyut nadi mulai bergertar lagi, setelah tadi kulalui tempat tanpa nadi
Aku berjalan, sendirian..
Berkontemplasi pada diri, kecilnya ditengah bulir padi
Lambatnya diterjang arus air
Rapuhnya saat melihat kata mati
Aku sendiri, berjalan kehilir menemukan suara hati
Dan nyawa yang bergerak lagi..


After long journey, rainy day, in my room..

23 Januari 2015, 04:23 pm

Kamis, 22 Januari 2015

I am now..

I wanna hear something about you, and God hear my pray.. Finally I found out something, but at the same time God told me to stop worrying you, to stop thinking about you, and I feel gratefull even hurt.. I have to stop it, let my feeling away and turn around from everything called You..
It has to be the end before it even started. It hurts but I wanna walk forward, I wanna let you be a part of my feeling experience, unspoken. Shame on me, I am a girl, and I can't do anything when I feel something. But Proud of me, when I am a girl I keep my feeling secret from you. Now, everyone has knowing but will never knew who are you..

So sorry if you knew that I've been your stalker for a while. hehe 

Senin, 19 Januari 2015

Menanggapi sebuah fenomena yang terjadi di masyarakat "maya" (lagi)

Hari ini pas buka salah satu akun sosial media langsung disuguhi sebuah fenomena baru yang memang sedang mendunia yaitu tentang selfie. Saya tidak tahu apa yang menyebabkan topik tentang foto sendirian atau berbarengan tapi gak pake pihak ketiga  buat motoin alias independen itu menjadi hal yang begitu happening dan menjadi trend topic hari ini. Karena saya pikir banyak hal yang lebih penting untuk dibahas. Stalking lah saya seperti kebiasaan saya selama ini, ternyata terjadi istilah kerennya sih fanwar tentang boleh atau tidaknya melakuan selfie dalam Islam. Dalam perdebatan itu tentu ada perdebatan sehingga saya namakan fanwar, karena kalau tidak berdebat namanya reuni. Perdebatan ini dipicu oleh kultwit nya salah satu ustad yang mengatakan bahwa jangan melakukan selfie karena memunculkan sikap riya, ujub, dan takkabur dan statement ini didukung oleh para penggemar akun tersebut dengan seperti yang pernah saya tulis di salah satu post blog saya tentang tema yang sama yaitu terkesan kotak-kotak diskriminasi itu hanya pendapat saya sebagai yang berada pada posisi netral alias galau ini. Sedangkan pihak lain yang tidak setuju dengan statement tersebut memberikan reaksi dengan memberikan hastag tentang selfie kepada akun tersebut. Sepertinya sampai detik saya menulis tulisan ini, perang itu masih terjadi.

Berdasarkan fenomena yang saya ceritakan (walaupun tidak jelas) diatas, saya ingin memberikan pendapat. Entah kenapa saya tidak bisa menahan diri ingin berkomentar jika melihat suatu fenomena yang kecil tapi menjadi besar dan perilaku sok benar dari siapapun. Mungkin orang yang membaca postingan ini (jika ada) juga pasti akan berkata kalau saya juga sok benar karena saya menanggapi pihak yang bertikai dengan pendapat mereka masing-masing. Tapi naluri komentator (bola) saya susah dikendalikan, soalnya jika tidak dituangkan nanti saya yang stress sendiri karena kesel, daripada saya kesel sendirian mending saya tulis saja.

Okay kembali pada tema pembicaraan tentang tanggapan saya, komentar saya hanya sedikit sih. 
1. Saya takut berkomentar terlalu jauh karena saya kurang paham, karena saya takut salah soalnya saya pernah melihat sebuah tayangan yang menyebutkan bahwa selain ada amal yang selalu mengalir walaupun kita sudah meninggal, ada juga dosa yang tetap mengalir ketika kita sudah meninggal yaitu dosa jariyah. Jadi saya tidak ingin memberikan pengaruh yang salah kepada siapapun karena jika itu terjadi dan orang lain yang terpengaruhi itu mempengaruhi yang lain lagi itu akan tetap mengalir.
2. Saya sih pernah membaca juga kalau cara terbaik untuk memberikan nasihat adalah dengan contoh perbuatan. Jika kita masih melakukan yang kita larang maka percuma, sampai mulut berbusa mungkin tidak akan diikuti.
3. Sebenarnya menilai diri sendiri adalah hal yang paling sulit, karena ada penyangkalan alami dalam diri setiap manusia tentang dirinya. Subjektivitas terhadap diri sendiri adalah hal yang sulit dikendalikan.
4. Ini sudah sore, dan saya sudah capek melihat sesuatu yang berbeda itu berdebat..


Selamat sore :) , semoga semua semakin dewasa. Termasuk saya, yang harus berhenti mengomentari setiap masalah kecil yang kekanakan.. Terimakasih dan maaf..

Sabtu, 17 Januari 2015

Adik yang sedang jatuh cinta..

Hari liburan yang membosankan, akhirnya dipakai untuk merenung saja.. Dan akhirnya menulis dan menggerutu di blog..  Hari ini, hari minggu pagi menjelang siang saya akan sedikit bercerita tentang perasaan seorang kakak perempuan yang sedang menghadapi kenyataan bahwa adik laki-lakinya sekarang ternyata sudah beranjak dewasa, sudah belajar jatuh cinta..

_____________________________________________________________________________________

 Punya seorang adik laki-laki yang jarak usianya lumayan jauh. Adik yang sangat saya sayang, adik yang selalu saya jaili, dan adik yang sering saya ajak berantem. Hari demi hari tenyata dia bertumbuh, tanpa saya sadari sekarang dia sudah menjadi remaja, sudah menjadi remaja pria yang mulai merasakan jatuh cinta kepada remaja wanita lainnya. Keluarga kami memiliki suatu aturan tegas yang dibuat oleh Bapak saya kalau diusia sekolah jangan dulu punya pacar karena beberapa alasan yang saya kira memang baik.
Minggu lalu, saya kepo di handphone nya, terus saya liat ada chat dari temennya nanya kenapa adik saya putus sama pacarnya padahal masih baru. Kaget sih kok adik saya gak bilang-bilang sama saya, pas saya tanya tapi sambil nyengir kuda .
    Saya   : Kok, naha putus gening kunaon? (kenapa putus) hehe.
    Adik   : Hah, putus naon? (hah, putus apa?) --- mukanya kaget tapi sok-sok polos.
    Saya   : Naha teu bebeja ka teteh gening, haha.. ( kenapa gak bilang-bilang teteh)
  Adik    : Henteu da eta mah, ngan sakedap da. Pan ulah ceuk mamah ge ( Enggak kok itu mah, cuma bentar kok. Kan kata mamah juga g boleh) --- mukanya datar ketakutan diaduin sama saya.
    Saya  : Kunaon atuh? kade ah ulah nganyeyeri hate istri kok. (Kenapa? inget, jangan nyakitin hati cewek).

Itu aja sih percakapan nya, tapi fakta itu membuat saya berpikir bahwa adik saya ternyata bukan anak kecil lagi, padahal selama ini saya dan semua keluarga saya selalu memperlakukan dan merasa kalau dia masih adik kecil yang dulu, anak kecil manja, dan adik kecil saya. Sebagai kakak, rasanya berat juga ternyata kalau melihat adik sekarang sudah punya masa nya sendiri, sudah memiliki teman-temannya sendiri, dan ia sudah mulai memiliki perhatian kepada orang lain. Kakak perempuan ini rupanya merasa sedih, merasa kehilangan sosok adik kecil yang bisa ditepuk-tepuk pipinya, yang bisa diledekin, dan takut kehilangan adik yang suka main kejar-kejaran, pukul-pukulan, sama kunci-kuncian (agak sadis ternyata).. He's my little brother will always be my lil bro.

Mungkin semua kakak perempuan yang deket banget sama adiknya walaupun suka berantem kayak Tom and Jerry tetap merasa kehilangan saat adik kecilnya beranjak dewasa.

For my lil bro. Akok, walaupun kamu sekarang bukan anak kecil lagi yang sudah punya teman-teman kamu sendiri, saya akan tetap menjadi kakakmu yang seperti biasanya, akan tetap menjadi teman bermain untukmu, akan tetap menjadi partner  in crime, dan kakak yang menyayangimu.. Stay healty, stay cool, and be a good man..

3 years ago

16 Desember 2014, my Graduation day


Rindu (Backpacker) nya Bang Yulika Satria Daya :)

Kangen banget sama acara travel yang di host-in sama bang Yulika Satria Daya, kangen banget sama semua episode nya tapi sayang gak ada video lengkapnya...
Masih inget dulu tahun berapa ya lupa, 2009 apa 2008 awal suka banget sama abang ini, suka banget sama cara penyampaiannya. Acara backpackernya bukan cuma foto-foto, jalan-jalan, sama makan aja tapi juga kita diajak kenalan sama warga asli disana, asik lah pokoknya. Slogan "asikin aja" juga jadi kalimat yang enak banget didenger, banyak fans nya nih bang daya ini. Selain kangen sama acaranya sih sebenernya kangennya sih sama reporternya, hehe udah lama gak denger suara sengau khas nya abang yang namanya sama kayak saya ini (sama-sama Yuli) wkwk..
Saking ngefans nya sama abang dan acaranya, dulu sampe bener-bener belain harus cepet nyampe kerumah tiap hari jumat soalnya acaranya jam 11 an, suka sedih kalo tau-tau pas nyampe rumah udah selese, asli sakit hati. suka diem-diem dalem hati nyalahin supir angkot yang kelamaan ngetem yang menyebabkan saya telat nyampe rumah, bener-bener khusyuk banget deh liat acara itu.
Emang sih, masih bisa baca ulasan perjaanannya bang daya di blog nya tapi rasanya beda..haha , sayang banget acara ini harus berhenti ditengah jalan. padahal ini acara travelling paling keren yang pernah ditonton, selain host nya juga keren.. Episode paling asik itu pas di Rusia, pas di Turki, sama yang pas masuk bunker-bunker di jalur Gaza. Bagus banget..
Ngomong-ngomong masalah host nya, gara-gara acara itu akibatnya jadi ngefans berat sama host sekaligus naratornya yaitu abang Yulika Satria Daya singkatnya sih dipanggil bang daya, saking ngefans nya ngikutin semua akun sosial nya bang daya, cerita lucu tuh pas bang daya ulang tahun bulan Juli lalu sempet galau banget pengen ngucapin selamat ulang taun pengen mention gitu di twitter tapi malu..haha akhirnya cuma bisa bikin tweet: "Aku tidak tahu bagaimana mengucapkan selamat hari lahir padanya" , tapi kayaknya lebay banget kalo dipikir lagi kenapa mesti takut kan bukan apa-apa, setelah berpikir keras selama satu hari akhirnya memberanikan diri buat mention bang daya besoknya gini nih mention nya : " Bang kemaren ulang tahun ya? selamat ulang tahun bang :)", ngirim mention nya ragu-ragu banget karena takut. Padahal sih gapapa ya soalnya banyak kok yang mention beliau, dan juga itu sebenernya sih bukan pertama kali ngemention bang daya, pernah lah beberapa kali mention tapi itu sih nanggepin sindiran nya ke Manchester United terus soalnya dia kan gooners dan aku pribadi itu fans nya SAF sama MU jadilah suka ngoment tweet nya beliau tentang MU kalo lagi stalking twitternya..haha (ketauan). Abis ngirim tuh mention, tegang banget gugup , eh pas ada notif ternyata mention nya dibales sama bang daya : " iya, terima kasih ya..." , singkat sih dan jawabannya memang semua orang akan menjawab seperti itu kalo diselametin orang tapi waktu itu teriak seneng banget gara-gara dibales, iya emang lebay sih...haha

Haha..


Gitu aja sih, cerita rindu kali ini. Ternyata rindu nya bukan cuma buat karyanya beliau tapi sama orangnya juga.. Tetep berkarya ya bang, hehe semoga nanti karya-karya nya semakin asik lagi..
Salam backpacker ya, asikin aja..


Rabu, 14 Januari 2015

Self Talking ?

Hari ini sebenarnya bukan kali pertama aku mencari informasi mengenai "Orang yang sering melakukan dialog dengan diri sendiri" di google, sedang merasa khawatir takutnya kebiasaan saya ini adalah sesuatu hal gangguan psikologis atau sebagainya. Saya takut kalau kebiasaan ini mungkin adalah gangguan psikis yang dapat mengganggu kesehatan mental saya sehingga saya memutuskan untuk mencari informasi mengenai kebiasaan yang sudah saya lakukan sejak saya berada di sekolah dasar ini.

Menurut hasil pencarian yang saya lakukan, kebiasaan berdialog atau bicara kepada diri sendiri itu namanya "Self Talking", katanya hal ini tidak bersifat negatif ketika kita masih dapat mengendalikannya dan ketika pembicaraan kita dengan diri kita sendiri ini masih membahas masalah normal. Normal dalam artian tidak masih dalam kendali diri sendiri sepenuhnya. Menurut informasi yang saya dapatkan juga ( maaf tidak mencantumkan sumbernya) berdialog atau monolog dengan diri sendiri ini bisa sangat membantu, karena biasanya para pelaku "Self Talking" ini memiliki teman diskusi yang tahu dengan benar siapa diri kita yah karena memang berbicara dengan diri sendiri sehingga akan terhindar dari sebuah perilaku yang kurang baik.

Opini saya dan pengalaman saya selama ini, memang berdiskusi dengan diri sendiri untuk saya adalah untuk mengetahui apakah sebuah keputusan yang saya ambil itu tepat atau tidak, apakah perilaku yang saya lakukan sebelumnya itu baik atau buruk, jika dipikir kembali dialog dengan diri sendiri ini semacam memiliki konsultan pribadi mengenai segala hal. Dalam keadaan saya sedang down karena sesuatu hal, maka diri saya ini menasehati saya bahwa keadaan down tersebut jangan berlarut-larut. Dialog saya dengan diri saya sendiri ini berjalan sepanjang waktu, maka dari itu ketika saya berada dalam sebuah pembicaraan saya lebih banyak diam dan mendengarkan, menilai dan mendiskusikan apa yang mereka bicarakan dengan diri saya sendiri. Jika saya sedang sendiri terkadang dialog saya ini saya suarakan dengan dialog verbal bukan hanya sekedar pikiran saja, kadang memarahi diri sendiri adalah hal yang sangat lucu jika saya berbuat salah.

Sedikit lega mengetahui kalau kebiasaan ini adalah sebuah perilaku normal..