Rabu, 15 Maret 2017

Samudera Yang Salah

Samudera Yang Salah

Yuli Yuliani

Hening, pagi ini kabut menyelimuti ladang
Mambiarkan mata menutup, dengan tangan terkepal
Berdiri dipinggir sungai yang mengalir, berkabut putih
Kemanakah ia akan pergi?
Membawa setiap helat nafas manusia yang dihirup alam
Membawa serta asa yang ditipu hati
Menenggelamkan raga pada kesaksian pikir yang menjelmakan tabir
Menabrak logika yang timbul, memercik kembang api dalam keheningan
Kemanakah ia akan pergi? yang terbuang tak nyata
Kemanakah ia akan berlabuh? kemanakah samuderanya menunjukan ujung
Kemanakah ia akan lari? mencari persinggahan yang menentukan arah mata air
Terkatung tenggelam dalam samudera yang keliru
Terhempas menahan ngilu, kebakaan yang tiada menjadi awan yang menggantung
Lantas dimana seharusnya ia tinggal, menyemaikan hijau yang merindu
Bukan disana, jangan biarkan kembali menyelam menjatuh dan tenggelam
Samuderamu bukan yang terlihat
Samuderamu masih mengabur
Lebih baik menguap lagi, menjadi awal lagi
Agar ia mengalir lagi kembali ke mata airnya
Agar jiwa bisa kembali ketanah
Menembus akar pohon, terbang, dan jatuh diantara bunga mendekat samuderamu
Jangan, jangan biarkan tenggelam
Samuderamu Keliru
Samuderamu Keliru

Selasa, 14 Maret 2017

Keputusan Bodoh dan Kesempatan Menemukan

31 Oktober tahun 2016 adalah titik dimana saya selesai dengan pekerjaan pertama saya, saat dimana saya berpamitan pada keluarga besar Instalasi Administrasi Logistik RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, keluarga yang sudah bersama-sama menjalani suka duka dunia pekerjaan bersama saya, si anak kampung yang baru menemukan dunia kerja. Keputusan untuk meninggalkan RSCM jujur adalah keputusan berat bagi saya, sulit sekali saya memutuskan untuk akhirnya membuat keputusan untuk mengakhiri masa kerja saya pada Rumah Sakit terbesar di Indonesia ini, betapa tidak , ini adalah pekerjaan pertama saya dan banyak orang yang ingin memiliki kesempatan yang sama seperti yang saya miliki tapi saya malah meninggalkannya hanya dalam waktu satu tahun. Semua kebiasaan yang biasa terjadi selama saya bekerja disana adalah hal yang benar-benar melekat dalam hati saya, banyak sekali pengalaman dan pelajaran yang saya dapat selama saya bekerja di RSCM. Sebuah keputusan yang didasari mimpi yang lain, dimana saya merasa "this place isn't belongs to me" karena saya takut jika saya tetap berjalan pada jalan yang tidak saya berikan hati saya dengan tulus, saya takut saya tidak akan memberikan apapun untuk siapapun, saya takut jika saya bekerja hanya karena "ini kebutuhan" saya ingin bekerja dengan hati saya, dengan kecintaan yang dalam.
Hari Kartini IAL RSCM
Terimakasih atas kesempatan kepada saya, kesempatan pernah menjadi bagian dari sebuah Rumah Sakit yang hanya pernah saya dengan dari Televisi, sampai pada saatnya saya dapat berada disana dan menimba banyak ilmu dari orang-orang hebat didalamnya, sebuah Instalasi Administrasi Logistik yang mengajarkan kepada saya tentang kejujuran, integritas, dan kewaspadaan.. Semoga IAL akan menjadi percontohan manajemen logistik RS di Indonesia, sekali lagi saya bertemikasih yang sedalam dalamnya atas bimbingannya selama satu tahun belakangan ini, saya mohon maaf atas kesalahan yang selama ini saya perbuat.

Jujur, saat saya membuat tulisan ini saya sedang sangat rindu suasana kantor, cikini, kosan, dan semua tempat yang saya lewati setiap harinya..

Salam RSCM-FKUI. Menolong Memberikan Yang Terbaik

Jumat, 10 Maret 2017

Pria Setengah Bola dan Sentakan Jiwa

What is the meaning of life for us? I mean most of us?

Mengacu pada pertanyaan tersebut saya jujur menjawab "tidak tahu" akan arti hidup saya, what's my life supposed to be. kadang saya menanyakan kenapa Tuhan menciptakan hidup ini?. Tapi pada suatu hari bahkan hari-hari berikutnya setelah hari itu saya berpikir dengan cara berbeda, merasa dengan cara yang tak lagi sama, dan bertanya dengan cara yang sama sekali baru, setelah saya bertemu atau melihat mereka secara tak sengaja disatu waktu dimana saya sedang berada pada posisi yang mempertanyakan apakah ini adalah jalan hidup saya atau bukan disaat itulah saya melihat beliau pria setengah baya yang jujur ketika melihatnya membuat hati saya mencelos hampa, saya ditampar olehsebuah penglihatan, emosi saya terjun bebas dari ketinggian terlempar kedalam lapisan hati yang paling dalam, pria setengah baya itu juga hanya memiliki setengah badan, penyandang disabilitas lebih tepatnya, beliau tidak memiliki sepasang kaki yang seperti saya miliki, bagian bawah tubuhnya dialasi oleh sobekan bola plastik yang diikat dengan semacam tali agar sobekan bola plastik itu tetap menempel ditubuhnya, itu adalah fakta pertama yang saya lihat dari beliau, fakta kedua yang membuat saya semakin tertampar adalah beliau dengan keadaan kekurangan fisiknya tetap bekerja mencari nafkah dengan berjualan cemilan kacang goreng, padahal sering kita jumpai seorang dengan kekurangan fisik yang menjadi peminta-minta, tapi berbeda dengan pria dengan sobekan bola ini, dia menyandang keranjang dipunggungnya seperti menggunakan ransel, bagian depan dan belakang badannya beliau gantungkan tulisan " Cemilan aneka kacang 10.000/3 pcs", beliau berteriak kencang menjajakan dagangannya di trotoar kota Tasikmalaya, daerah Jl. H. Zaenal Mustofa sambil berjalan merayap menggunakan kedua tangannya yang mengangkat seluruh beban badannya, waktu itu hari terik sekali, dan kendaraan begitu banyak yang melintas, beliau tak gentar, bahkan terdengar begitu ceria.

Saat itupun saya mengikuti bapak itu dengan mata saya, sampai ia menghilang dari penglihatan saya, ia berjalan terus berjalan. Jika tak berpegangan pada sepeda motor, saya pikir saya akan terjatuh karena dada saya seperti terhantam sesuatu yang sangat berat hingga saya oleng Malu, malu oleh sebuah penglihatan yang Allah tunjukkan kepada saya tentang Kuasa-Nya yang begitu Agung, malu pada kenyataan bahwa mereka yang menerima akan keadaan, mereka yang bersyukur, dan mereka yang benar-benar hidup dalam kehidupannya. Sementara disaat saya sedang "mencari" apa arti hidup saya, dan apa yang harus saya lakukan dengan hidup saya selanjutnya ternyata ada orang lain yang dia tetap maju melangkah walaupun dia dijegal keadaan, terbatas oleh keadaan fisiknya, tapi semangat dan rasa syukurnya begitu besar, mengalahkan orang-orang yang sempurna secara fisik tapi secara pemikiran memiliki kekurangan. Allah menunjukkan lagi-lagi bahwa tidak ada ciptaan-Nya yang tidak sempurna, semuanya sempurna karena kesempurnaah hidup manusia itu Allah yang menyempurnakannya, jika manusia itu percaya dan iman kepada Allah dengan tulus. 
Allah tidak menciptakan manusia tanpa maksud, kita adalah manusia yang diciptakan dengan kehendak bebas, bahkan malaikat pun tak memiliki kehendak bebas ini, istimewa bukan? ada saat dan keadaan dimana Allah memberikan kita pilihan ingin memilih jalur kehidupan mana yang ingin ditempuh, apakah mengikuti-Nya ataukah meninggalkan-Nya, keduanya telah Allah tanyakan kepada kita saat kita belum terlahir kedunia. Jadi kamu mau memilih jalan yang mana? pilihlah dengan kehendakmu sendiri, Allah sudah memberikan panduan hidup yang begitu benar melalui Al-Quran agar kita tidak tersesat, Allah sudah memberikan kepada kita peta untuk menuju kepada-Nya dengan benar, tapi kadang kita tidak sadar akan itu, maka Allah menunjukkan kepada kita Kebesaran dan Keagungan-Nya lewat banyak cara, lewat semua indera yang kita miliki, bisa langsung kepada kita ataupun orang lain. Jika ujian datang kepadamu percayalah, Allah telah berjanji bahwa Jika Allah SWT mengirimkan suatu ujian maka akan ada kemudahan bersamanya, jika Allah SWT memberimu penyakit maka Allah SWT memberimu kesempatan untuk menggugurkan dosamu dan menurunkan beserta obat penyakitmu itu, yang wajib kamu lakukan hanya Percaya bahwa Allah SWT selalu ada dalam kehidupanmu, dan semua yang terjadi padamu bukan tanpa maksud, melainkan betapa sayangnya Allah SWT kepadamu, Allah SWT ingin agar kamu memanggilnya karena Allah SWT rindu padamu, padamu yang Allah SWT cintai, yang Allah ciptakan dengan begitu sempurna.

Keep up your heads up, be grateful of everyting, moving forward and look around you and help them who needs your help, because you can't life alone in this world. Allah will always being in your life even when you had never asked Him to...
Allahu Akbar




Tasikmalaya, 11 Maret 2017

Kamis, 09 Maret 2017

Hari ini

Hari ini, apa yang saya dapatkan dalam setiap "hari ini" setiap harinya? Apakah hanya sibuk membunuh waktu tanpa tahu apa yang kita sudah lakukan pada "hari ini", entah itu tentang jiwa, raga, rasa, uang, cinta, kebencian, rasa sedih, penghargaan, pekerjaan, dan banyak hal lagi yang bisa kita ceritakan pada "hari ini". Kemarin, dalam suatu perjalanan pulang, setelah selama 8 jam menyelam dalam pekerjaan yang rutin membuat saya melayang pada sebuah masa dimana ada rasa benci yang menggantung didalam asa, dalam kalbu yang seharusnya bersih, tapi kejadian masalalu yang selalu datang tanpa diundang juga membangkitkan kembali memoar sedih dan kebencian yang menyergap tanpa memberi saya ruang untuk berpikir dan merenungkan setiap kejadian yang ada, tapi hari itu lain, hari itu ketika saya sedang menikmati rintik hujan saat dalam perjalanan pulang saya berpikir tentang satu hal, saya berkata dan berpikir "Bukankah Pengampunan adalah wujud pembalasan yang paling telak?" entah darimana pikiran itu berasal, apakah memang jauh dalam hati saya, saya sudah memaafkan masalalu tanpa saya ketahui?, kenapa semuanya menjadi begitu menenangkan ketika saya berkata dalam hati memaafkan bukan betarti kamu kalah, karena sejatinya memaafkan setidaknya membuat kamu semakin menjadi benar, jika kamu tidak memaafkan dan menyimpan kebencian maka untuk kesalahan kesalahan yang kamu perbuat pun apakah pantas untuk dimaafkan? Jika kamu menyimpan semua kebencian itu secara terus menerus, apakah itu akan membuat kamu menjadi benar atas kesalahan kamu pada orang lain?, lepaskanlah kebencian itu, jangan jadikan itu sebagai bara yang akan membakat hatimu secara perlahan, jika kamu marah maka marahlah tapi jangan simpan itu sebagai kebencian yang dalam yang seperti kamu simpan pada masa lalu kamu selama ini. 
Hidup ini terlalu singkat untuk untuk membenci seseorang, atau beberapa orang, atau tempat, masa, atau apapun itu. It feels like welcome to your freedom yuli, since you burn your heart with something now you find an oase which calm your heart down, and you'll be someone new after all. Acceptance might be difficult but it makes you feel free anyway.


Start a very new day with no fire in your heart


Sabtu, 11 Februari 2017

Wajah Hati

Apalah aku hanya bertanya pada layang layang terbang, yang tak hirau suara angin sekalipun..
Tak jemunya menatap lapangan tanah miring yang terkikis air hujan semakin licin, bahaya
Dia yang sendu, yang memancarkan rasa iba
Yang menarik bukan karena rupa
Tak terlupa bukan karena kaya
Aku ingin mengintip lukamu, yang bahkan terlalu jelas terbuka bahkan tanpa bahasa..
Aku ingin mengembalikan waktu, pada rasamu sebelum lukamu
Sayup sayup kudengar rintih tangis yang menguar dalam dimatamu
Tanpa air mata, tanpa isak suara
Hanya tergurat dalam, dalam sekali menjangkau kalbuku
Tertinggal jelas membekas
Suara radio masih terdengar, semakin jauh..
Jauh tak terdengar

Minggu, 05 Februari 2017

Jejak Langkah

Jejak hari yang mengadu
Seperti tapal kuda yang berbunyi menginjak aspal
Perlahan tertiup angin mengabur menghilang
Sekuat apapun waktu menahannya, tak akan bisa membuatnya tinggal..
Jejak suara yang tertinggal didaun pintu
Hanya menyerukan suara sunyi yang sedikit hampa
Mengiung ditepi telinga
Lama lama juga hilang
Sekeras apapun suaranya
Langkah hati yang menjemu
Seperti embun pagi di daun daun
Perlahan hilang juga menguap bersama mentari yang memanas
Membuatnya hilang hanya menyisakan segaris putih
Sekuat apapun hati memegang kasih, akan juga ia jemu menunggu
Lelah menanti menggenggam rindu, akan teruapkan waktu
Perlahan akan menghilang menyerah
Menghapus jejak
Menguapkan rasa
Berjalan mudur, memalingkan wajah


  • Karena hati yang jemu menunggu, lama lama mungkin tak akan mau lagi bertemu..

Senin, 14 November 2016

Real Life

"Welcome back to the jungle.." mungkin ini menjadi kata-kata yang tepat ditujukan bagi saya kali ini, selamat datang kembali pada kegiatan mencari pekerjaan, setelah pulang kerumah selama hampir dua minggu ini banyak sekali tetangga yang bertanya kenapa ada dirumah? apakah sedang cuti atau apa? pada awalnya sedikit bingung harus menjawab apa, jadinya ada yang saya jawab dengan "saya resign Bu/Pak" lalu ada juga yang saya jawab dengan "hehe keluar pak/bu" atau hanya sekedar dengan senyuman. Mencari pada titik nol lagi mencari kerja seolah mengulang kegiatan setahun lalu agak membuat saya kaget pada awalnya karena saya harus kembali mengurusi berkas-berkas lamaran pekerjaan seperti SKCK, Surat Keterangan Dokter, Surat Keterangan Pencari Kerja, Fotocopy ini itu, dan masih banyak lagi, selain itu shock saya yang lain adalah ternyata dirumah saja itu sangat bosan, karena biasanya ada kegiatan dari pagi sampai malam, tapi ini adalah konsekuensi dari pilihan yang saya ambil, saya tahu risiko yang akan saya hadapi tapi hal itu tidak akan membuat saya berhenti saja, karena justru risiko ini akan saya jadikan sebagai waktu saya untuk berubah lebih baik, keluar dari zona nyaman,.
Apapun itu, disini saya menikmati waktu berkumpul lagi dengan keluarga saya dirumah. Selama setahun ini banyak hal yang saya lewatkan ternyata. Rasanya seperti mendapatkan kekuatan baru setiap kali saya melihat wajah-wajah orang yang saya cintai. Entah akan menjadi apa nanti, tapi saya menikmati ini semua sebagai bagian dari perjalanan hidup saya..

Semangat :) , kita boleh saja berhenti dari satu tempat tapi kita tidak boleh berhenti melangkah mencari jalan lain, jangan takut akan apapun kecuali Tuhanmu, karena jalan yang Allah akan bukakan amatlah luas asal kita percaya dan mengimaninya dengan tulus..



Tasikmalaya, 15 Nopember 2016


Yuli Yuliani