Selasa, 28 Juni 2016

Tertinggal

Tertinggal

Yuli Yuliani


Disudut ruang yang kumuh kutemui bayangan hitam yang terdiam
Tak menatap
menunduk dan terpekur pilu
Aku berjalan mendekat namun setiap inchi nya menjadi kabur 
semakin kudekati semakin hilang dia
Kulangkahkan kaki mundur perlahan dan kusembunyikan diri dibalik lemari besi berdebu
Kutatap dari jauh, bayangan hitam itu diam tak beranjak
namun kini, kulihat jelas matanya sendu merah 
tetesan air yang jatuh darinya terpantul samar cahaya jendela usang
seperti kristal biru berkilau
Tiba-tiba kuluhat telapak tanganku basah
Pipiku juga
Disapa kesunyian yang sendu
Dibelai lembut untaian haru
Aku menoleh kebelakang 
Mataku tersilaukan pantulan yang menyentuh cermin
Siapa dia?
Yang tertinggal tak bersuara
Yang hitam dan sembilu
 

Senin, 27 Juni 2016

Menemukanmu Lewat Kata

Menemukanmu Lewat Kata

Yuli Yuliani


Barisan kata yang kutemukan
Pada lembaran kertas kosong yang kumal
Berderet bersisian membentuk pola gamang
Kadang terlihat kesal, marah, atau tertawa riang
Bernada tinggi dan bercetak tebal
Aku hanya tersapu kelu
Pada setiap kalimat yang terucap
Diujung sana aku menatap kata asing, tapi begitu kubaca lidahku kelu 
Tertahan perasaan beku yang menyeruak dingin
Pada kata yang asing itu aku temukan memoar lampau yang bahkan tak pernah kutemu
Dimensi 11 lagi, yang dulu sempat mengabur oleh embun
Pada kata itu kutemukan makna hati
Hati yang tak tahu menahu tentang penantian yang kelu
Lewat kata kurasai kembali cerita
Lewat kata kuselipkan tanya
Lewat kata aku ingin keluar pergi
Leway kata yang asing aku mengambil langkah menjauh

Pada Langit Yang Bisu

Aku berpijak pada ruang yang melayang
Pada ranting daun yang hampir patah
Aku menatap pada ruang yang kosong
Pada langit kelabu yang hampir hujan
Aku berkata pada suara yang senyap
Pada kicauan burung yang hampir punah
Aku berjalan pada lorong yang gelap
Pada Bintang yang akan meledakkan dirinya
Aku merasa pada sebait rasa yang bertanya
Pada jiwa yang akan hancur melebur menjadi abu
Aku membaca tulisan yang tercetak romantis pada riak air yang menepi
Pada matamu yang indah aku titipkan rindu yang tak berkata


Jakarta, 28 Juni 2016

Selasa, 21 Juni 2016

Mommy...

Mommy atau Mamah atau Ibu atau apapun kamu memanggil seorang wanita yang mengandung, merawat, dan melahirkanmu kedunia ini. Apapun tentang seorang ibu tidak akan pernah bisa kita ukur betapa besarnya perjuangan dan kasih mereka untuk kita. Saya memiliki 2 orang yang saya panggil mamah, tentu saja hanya satu Ibu kandung saya, satu lagi adalah mamah yang mengasuh saya dari bayi yang bahkan tanpa ikatan darah sekalipun tapi sudah terasa seperti benar-benar keluarga sendiri.
Sangat bahagia saya memiliki mereka berdua, yang selalu ada dan saling melengkapi. Mamah kandung saya adalah orang yang jarang pergi kemana-mana sehingga mamah nonong saya yang selalu ada untuk mengantarkan saya pergi mulai dari kuliah dulu sampai proses saya bekerja pun beliau yang mengantar saya. Keduanya seperti bulan yang menyinari saya ketika saya ada dalam kondisi terburuk sekalipun. Tak akan pernah saya bisa membalas tulusnya hati kedua Ibu saya ini, keduanya benar-benar wanita hebat, wanita yang selalu membuat saya ingin seperti mereka, teguhnya mereka, kasih sayang mereka, dan tidak pernah ada kata menyerah dan putus asa yang saya dengar keluar dari mulut mereka. Entah apa yang bisa saya lakukan untuk mereka, saya hanya ingin mereka bahagia...
Mamah dan Mamah Nonong semoga saya tidak akan pernah membuat kalian kecewa dengan apapun yang ada dalam diri saya, saya ingin selalu melihat kalian selalu sehat dan bahagia, kami anak-anakmu akan selalu ada walaupun kita berjauhan. Aku ingin nanti disaat bahagiaku ada mamah dan mamah nonong disamping saya, haru membayangkan semuanya ini. Allah SWT benar-benar baik kepada saya, saya selalu dipertemukan dengan orang-orang yang baik Ibu kandung saya adalah wanita yang ingin sekali saya bisa menjadi seperti beliau, wanita kuat, wanita tegas, wanita yang selalu untuk keluarga, dan mah nonong wanita yang sangat sangat kuat, wanita yang sangat baik hatinya, wanita tegas, selalu bisa menyembunyikan kesakitan dan menggantinya dengan tawa yang renyah..
Saya rindu, saya rindu masa lalu.. I wanna be always your little daughter mommy :)
Mamah dan Mah Nonong selalu menjadi penguat dan penawar rasa sakit, disaat Allah memberikan kesulitan makan Allah SWT juga menurunkan 2 kemudahan, dan benar kedua Ibu saya ini adalah kebagagian dan kemudahan yang Allah berikan untuk saya...



Kamis, 09 Juni 2016

When I was a kid...

Ini adalah cerita lamaku, cerita tentang masa kecilku..
Pagi ini, ketika diatas kereta tiba-tiba kenangan masa kanak-kanakku melintas dalam pikiranku. Lalu melihat bekas luka yang ada pada jari telunjuk kiri serta bekas luka ditangan kanan ini membuatku tiba-tiba tersenyum mengingat betapa nakalnya aku waktu dulu sampai luka ini masih sangat terlihat bekasnya pada kedua tangan.
Haha... jadi ingat kata-kata ibuku sendiri beliau pernah berkata ketika mengandung adikku "mudah-mudahan yang satu ini gak nakal kayak kakaknya, pusing kalau punya yang senakal kamu" ... haha sampai seperti itu ibu saya berdoa, agar adik saya tidak senakal saya waktu kecil.
Sepanjang ingatan masa kecil saya, saya memang seorang yang sangat nakal bisa dibilang trouble maker apalagi jika itu berhubungan dengan Almarhumah nenek saya, sepertinya saya dan beliau tidak pernah akur, karena saya selalu membuat nenek saya kesal dengan kenakalan anak-anak saya, dari kecil sepertinya tempramen saya sudah tinggi sehingga pernah pada suatu hari pada bulan puasa sekitar saya berumur 3 atau 4 tahun hanya karena orangtua saya mendahului saya menyuap makanan saya memukul kaca lemari pakaian hingga kacanya hancur, waktu itu Ibu saya heran tapi bersyukur juga karena ketika kacanya pecah berantakan tapi Alhamdulillah tangan saya tidak terluka sama sekali. Semacam kata-kata "perang dimulai" dengan nenek saya...
Peristiwa lain lagi adalah cerita yang hanya saya dengar dari ibu saya karena saya belum mengingat kejadian itu, soalnya saya masih berumur sekitar 1.5 tahun waktu itu, ketika yang bekerja dirumah saya sedang menyeterika saya tidak diam dan akhirnya menyetrika tangan saya sendiri, lukanya sampai saat ini masih sangat jelas terlihat. Ini saya sedang berpikir tentang kejadian-kejadian yang menimbulkan luka pada diri saya dan ternyata sangat banyak haha parah juga saya, pecicilan sekali mungkin saya waktu itu.
Pernah saya mengiris jari tangan saya sendiri gara-gara saya sedang iseng mengiris pita warna warni dan akhirnya malah mengenai jari telunjuk kiri saya sendiri, hampir putus waktu itu jari saya, dan sekarang bekas lukanya membentuk garis melewati dalam kuku saya, saya ingat waktu itu saya menangis dan teriak " ieu bakal nyambung deui moal mah" sambil menangis, dan Alhamdulillah jari saya tidak putus dan kembali utuh. Lalu pada malam setelah lebaran entah saya lupa saat umur 5 atau 6 tahun saya bermain kembang api yang bentuk panjang itu dan tidak sengaja batang kembang api yang menyala itu menempel dengan manis dipipi kanan saya, rasanya periih dan panas sekali, dan bagaikan jatuh tertimpa tangga obat yang dioleskan untuk mengobati pipi saya yang meleleh saat itu salah dan malah membuat lukanya semakin terasa panas dan perih, akhirnya semalaman ibu saya harus mengipasi pipi saya dengan kipas sate, saya sih hanya bisa menangis...
Lagi-lagi saya membuat ulah saat dirumah Mamah nonong, saat diasuh saya tiba-tiba memasukkan korek api kedalam hidung saya yang akhirnya harus dibawa ke THT untuk dikeluarkan.
Masih banyak sekali hal-hal masa kecil tentang sejarah bekas luka ini, haha tapi saking banyaknya sampai saya malu harus menceritakan apa lagi, tapi beberapa kasus diatas adalah yang paling saya ingat diantara yang lainnya dan yang bekas lukanya masih nampak dengan jelas.

Sekarang jika diingat kembali rasanya lucu, tapi sedih... 
Pernah gitu saya mengalami masa sepecicilan itu..haha
Maafkan aku mamah, Bapak, Mamah Nonong, karena pasti kalian sangat dibuat pusing dengan kenakalan saya waktu anak-anak dulu...
Ini sepenggal kisah masa kanak-kanak saya seputar bekas luka, mungkin nanti akan saya ceritakan tentang kisah lainnya, misalkan tentang pedagang makanan? atau keluarga cemara? ... haha we'll see

Terimakasih

Selasa, 07 Juni 2016

Growing Up become more mature or old ??

Last sunday morning (actually it was 09.30 am), when Im still in my slumber land 3 persons knock my door but I didn't care because I felt sooooo sleepy im seriously sleepy at that time because I got lacked sleep at the other nights. They knock my door continously and then they sang "Happy Birthday" song,  I felt surprised, even Im not realize that the day was my birthday. Im so happy, and then I forced my eyes opened in the end, they brought me 2 cup cakes "red velvet" flavour sooo cute. I feel blessed for having them all around me in this kind of place when I feel so frustate here ahaha but they made my life a bit easier and fun to be here.... Thank you guys, the barbies castle team haha, and also my Trio Kwek-kwek , such a good sunday.
My mom also called me and said happy birthday to me, mommy I really miss you I wanna go home :( , I wanna be your everlasting litte girl, really happy and sad when I heard you greet me happy birthday. Mamah, Bapak, Akok are always be my strength to face anything. Thank You for keep me alive, thank you for choosing me as your daughter, I hope I will never dissapoint you all...
Unbelievable, I reached this age...
Im not a little girl anymore, I refuse to say that Im old but I say I growing up more mature hehe..
Alhamdulillah, Thank God Allah SWT for all people around me, for my life, for Your blessing to me :) ... Bismillah, and then God may I ask you something? please let me find my life companion as my Imam soon hehe aamiin, because now too much people ask me "kapan nikah?" and that driving me crazy when I have nothing to say to them haha... *curcol*

Thats all guy my very random story about my birthday...
Almost "seperempat abad" yaaaa???
Mature loh not old haha :P