Minggu, 21 Agustus 2016

Ketika Sendiri

Apa yang orang pikirkan ketika mereka dalam keadaan sendirian tanpa ada siapapun disampingnya, atau yang mungkin secara fisik tidak benar-benar sendirian tapi perasaan dan hati seperti kosong dan ditinggalkan. Sering saya merasakan hal seperti ini, kemarin contohnya ketika berada dikosan sendirian padahal tidak benar-benar sendirian tapi entah kenapa perasaan saya melayang jauh ke suatu tempat di Tasikmalaya sana, disebuah rumah kecil dipinggir jalan, kepada 3 orang penghuninya yang jarang sekali saya temui, perasaan kosong itu mungkin adalah rindu yang menyeruak tanpa sadar. Rindu sekali rasanya, sampai terasa perih dipelupuk mata yang akhirnya mengeluarkan sungai kecil hangat diantara kedua pipi saya. Senangnya kalau ada disana, berkumpul bersama mereka selalu sepertinya dunia ini tidak akan sesepi ini, tapi saya pikir itu tidak mungkin juga karena saya kini harus berjuang juga untuk membangun keluarga kecil saya sendiri, mungkin tinggal jauh dari mereka adalah latihan bagi saya bagaimana caranya bertahan pada keadaan apapun, saya sadar saya masih sangat-sangat beruntung karena orangtua saya Alhamdulillah masih lengkap dan saya selalu berdoa mereka akan selalu sehat sehingga saya memiliki kesempatan yang panjang untuk bersama mereka, memberikan kasih sayang seorang anak untuk mereka, saya merasa sangat beruntung karena beberapa teman saya ketika saya bilang saya rindu ibu saya dan mengeluh belum dapat bertemu dengan orang tua saya mereka berkata "kalau saya yul, ketika saya rindu orangtua saya, saya bahkan tidak bisa menemui mereka karena mereka sudah tidak ada, sedangkan kamu masih beruntung masih ditelepon setiap malam oleh ibu, masih bisa bertemu asalkan kamu mau pulang, masih bisa melihat, mendengar, dan merasakan apapun tentang mereka, sedangkan saya hanya bisa mendoakan orangtua saya dan berharap Tuhan akan mempertemukan setidaknya lewat mimpi untuk mengobati rasa rindu ini"...
Mendengar kata-kata teman saya tersebut saya benar-benar merasa bersyukur sekaligus terpukul. Bersyukur karena mereka masih ada, masih bisa merasakan, melihat, dan mendengar orang tua saya dan terpukul karena saya jarang sekali pulang dan belum bisa memberikan waktu dan apapun yang terbaik untuk keluarga saya. Saya berpikir mungkin rasa sendirian saya karena saya merasa kurang mengekspresikan perasaan sayang dan rindu saya kepada orangtua saya, ahhh rasanya rindu sekali sangat rindu. Rasa sepi itu sedikit mencair ketika kakek teman kosan saya berkunjung ke kosan kami tadi malam, hanya sebentar saja tapi saya merasa seperti dijenguk keluarga sendiri rasanya hangat sekali, dan ketika keluarga teman saya pergi pulang perasaan sepi itu kembali menyeruak seperti kembali ditinggalkan sendirian ditempat asing.
Perasaan ketika sendiri inilah yang membuat saya merasa tidak betah berada disini, merasa seperti asing dan tidak bersahabat. Semakin membuat saya menutup diri, membuat saya semakin merasa sendiri padahal tidak begitu. Masih berharap saya bisa mendapatkan pekerjaan ditempat tinggal saya, atau mungkin mendapatkan suami yang asalnya tidak jauh daru tempat saya tinggal haha...

Senin, 15 Agustus 2016

Don't Wanna be A Fake

I don't know what to say but I just realize about challenge of being here, in this town we shouldnt't too easy to give our trust. Sometimes we think that a "person" is a good and nice person but actually she/he aren't that good. "Survival of the fittest" what I've heard in an Indonesian Movie "Sang Pemimpi" slap my face now, it's actually true but there are some people who do anything to keep their position even it hurts other. 
So much people say that "Jakarta itu keras bung" it's really happen, for me the one who came from a village Im a bit surprised and sometimes I can't stand it, I always rushing after time , didn't give me a time to break, I need to be another person here but I don't wanna be the fake one I still be I am as before, wanna improve more without make other people hurt. Do not force me to be the worst I am, I always try to compromise and im never hope it'll burst..

Minggu, 14 Agustus 2016

Hallo Ibu, Aku Kangen...

Judul tulisan ini sama dengan sebuah buku komik karya  6 komikus Indonesia, judul buku ini sangat menggambarkan keadaan saya saat ini dan beberapa bulan terakhir semenjak saya bekerja dikota tempat saya tinggal sekarang ini. Setiap malam saya selalu ditelpon oleh Ibu saya dirumah, beliau selalu bertanya apakah saya sudah pulang dari tempat kerja atau belum, bagaimana keadaan di tempat kerja hari ini? Sudah makan atau belum? Sehat kah kamu? . daily coversation I had with my mommy. Rasanya sangat sejuk mendengar suara Ibu setiap hari walaupun hanya beberapa menit, glad to know my parents are fine even Im sure sometimes they hide something from me about their health, and sometimes I also lied to you about my condition. 
Ibu, Aku kangen !!!..
Here I can not see your smile everyday, cannot eat every food you cooked for the 4 of us..
Here I can not enjoying the time as a mommy's little girl anymore because I need to fights against this kind of missing about everything..
I wanna go back there mom, stay with you and keep you company, since Im still can't give you anything.. But I have to stand it awhile. I wanna make you happy mommy, I don't wanna see you sad..

I really really  missed you mom
 

Kamis, 04 Agustus 2016

Saya bukan orang "Asik"

Seneng sama orang-orang yang kayaknya asik banget diajak temenan, pembawaannya santai, asik, rame, supel, dan segala macamnya, kadang suka iri kok bisa ya ada orang yang se asik itu buat diajak ngobrol soalnya ya liat ke diri sendiri yang susah banget buat memulai suatu percakapan, cenderung kaku, dan terlalu konservatif. Sadar sih sesadar sadarnya kalau saya ini emang gak asik-asik banget kalau dalam suatu komunitas baru, bukan orang yang gampang nge-blend sama orang lain yang baru dikenal atau sama orang lain yang udah lama kenal tapi gak intens percakapannya.
Saya pernah tuh suatu hari, ngobrol sama temen kkn kuliah saya kemaren pas waktu itu baru sekitar kurang dari 1 bulan lah tau nya sama teman-teman saya ini, nah saya cerita kalau saya ini orangnya kaku jadi minta maaf kalau misal obrolannya garing atau malah gak ingin didengar, atau kata-kata "get lost" mungkin lama-lama akan keluar dari mulut mereka karena saking membosankannya saya dalam suatu pembicaraan, tapi pas saya cerita itu temen saya ini malah bilang "lah ini kamu bisa cerita banyak sama saya", kaget juga saya temen saya bilang gitu "emang iya ya?" pikir saya, padahal kalau sama orang baru saya benar-benar susah mengucap kata, bukan gak ingin tapi ya it's really hard for me to start a new conversation, I don't know what I've to say...

Lagi-lagi ya masih suka iri sama orang yang bisa gampang bergaul dengan orang disekitarnya, sedangkan saya tidak punya kemampuan untuk itu... hehe, but it's okay this is me anyway. Tapi kalau sama orang yang memang cocok dan benar-benar sudah dekat saya bisa bicara tanpa henti, tapi mikir lagi asik itu bukan hanya masalah pembicaraan.. Bersyukurlah kalian yang memiliki kemampuan adaptasi yang baik, karena banyak orang yang sebenarnya ingin tapi susah..

Selasa, 28 Juni 2016

Tertinggal

Tertinggal

Yuli Yuliani


Disudut ruang yang kumuh kutemui bayangan hitam yang terdiam
Tak menatap
menunduk dan terpekur pilu
Aku berjalan mendekat namun setiap inchi nya menjadi kabur 
semakin kudekati semakin hilang dia
Kulangkahkan kaki mundur perlahan dan kusembunyikan diri dibalik lemari besi berdebu
Kutatap dari jauh, bayangan hitam itu diam tak beranjak
namun kini, kulihat jelas matanya sendu merah 
tetesan air yang jatuh darinya terpantul samar cahaya jendela usang
seperti kristal biru berkilau
Tiba-tiba kuluhat telapak tanganku basah
Pipiku juga
Disapa kesunyian yang sendu
Dibelai lembut untaian haru
Aku menoleh kebelakang 
Mataku tersilaukan pantulan yang menyentuh cermin
Siapa dia?
Yang tertinggal tak bersuara
Yang hitam dan sembilu
 

Senin, 27 Juni 2016

Menemukanmu Lewat Kata

Menemukanmu Lewat Kata

Yuli Yuliani


Barisan kata yang kutemukan
Pada lembaran kertas kosong yang kumal
Berderet bersisian membentuk pola gamang
Kadang terlihat kesal, marah, atau tertawa riang
Bernada tinggi dan bercetak tebal
Aku hanya tersapu kelu
Pada setiap kalimat yang terucap
Diujung sana aku menatap kata asing, tapi begitu kubaca lidahku kelu 
Tertahan perasaan beku yang menyeruak dingin
Pada kata yang asing itu aku temukan memoar lampau yang bahkan tak pernah kutemu
Dimensi 11 lagi, yang dulu sempat mengabur oleh embun
Pada kata itu kutemukan makna hati
Hati yang tak tahu menahu tentang penantian yang kelu
Lewat kata kurasai kembali cerita
Lewat kata kuselipkan tanya
Lewat kata aku ingin keluar pergi
Leway kata yang asing aku mengambil langkah menjauh

Pada Langit Yang Bisu

Aku berpijak pada ruang yang melayang
Pada ranting daun yang hampir patah
Aku menatap pada ruang yang kosong
Pada langit kelabu yang hampir hujan
Aku berkata pada suara yang senyap
Pada kicauan burung yang hampir punah
Aku berjalan pada lorong yang gelap
Pada Bintang yang akan meledakkan dirinya
Aku merasa pada sebait rasa yang bertanya
Pada jiwa yang akan hancur melebur menjadi abu
Aku membaca tulisan yang tercetak romantis pada riak air yang menepi
Pada matamu yang indah aku titipkan rindu yang tak berkata


Jakarta, 28 Juni 2016