Senin, 14 November 2016

Real Life

"Welcome back to the jungle.." mungkin ini menjadi kata-kata yang tepat ditujukan bagi saya kali ini, selamat datang kembali pada kegiatan mencari pekerjaan, setelah pulang kerumah selama hampir dua minggu ini banyak sekali tetangga yang bertanya kenapa ada dirumah? apakah sedang cuti atau apa? pada awalnya sedikit bingung harus menjawab apa, jadinya ada yang saya jawab dengan "saya resign Bu/Pak" lalu ada juga yang saya jawab dengan "hehe keluar pak/bu" atau hanya sekedar dengan senyuman. Mencari pada titik nol lagi mencari kerja seolah mengulang kegiatan setahun lalu agak membuat saya kaget pada awalnya karena saya harus kembali mengurusi berkas-berkas lamaran pekerjaan seperti SKCK, Surat Keterangan Dokter, Surat Keterangan Pencari Kerja, Fotocopy ini itu, dan masih banyak lagi, selain itu shock saya yang lain adalah ternyata dirumah saja itu sangat bosan, karena biasanya ada kegiatan dari pagi sampai malam, tapi ini adalah konsekuensi dari pilihan yang saya ambil, saya tahu risiko yang akan saya hadapi tapi hal itu tidak akan membuat saya berhenti saja, karena justru risiko ini akan saya jadikan sebagai waktu saya untuk berubah lebih baik, keluar dari zona nyaman,.
Apapun itu, disini saya menikmati waktu berkumpul lagi dengan keluarga saya dirumah. Selama setahun ini banyak hal yang saya lewatkan ternyata. Rasanya seperti mendapatkan kekuatan baru setiap kali saya melihat wajah-wajah orang yang saya cintai. Entah akan menjadi apa nanti, tapi saya menikmati ini semua sebagai bagian dari perjalanan hidup saya..

Semangat :) , kita boleh saja berhenti dari satu tempat tapi kita tidak boleh berhenti melangkah mencari jalan lain, jangan takut akan apapun kecuali Tuhanmu, karena jalan yang Allah akan bukakan amatlah luas asal kita percaya dan mengimaninya dengan tulus..



Tasikmalaya, 15 Nopember 2016


Yuli Yuliani

Selasa, 25 Oktober 2016

Grandparents..

I really missed my late grandfather so much..
Sejak kelas 4 SD, salah satu kakek saya kembali kepada Sang Pencipta itu adalah salah satu peristiwa yang memukul saya dengan telak. Kehilangan sosok seorang kakek yang begitu saya sayangi dan menyayangi saya, kakek yang selalu menjadi kakek idola bagi saya, kakek yang setelah beliau tidak ada membuat saya jauh berubah dari sebelumnya. 
Dongeng-dongeng masa kecil yang aku dengar bukanlah dari buku bacaan anak-anak yang seperti orang lain miliki, tapi dari mulut seorang kakek penuh kasih yang selalu tersenyum dan tertawa tidak peduli betapa nakalnya saya waktu itu, kakek yang memiliki sebuah radio tua untuk mendengarkan acara wayang diwaktu istirahatnya sepulang dari kegiatannya sehari-hari, kakek yang memiliki topi unik yang selalu saya pakai dan memiliki sebutan tersendiri untuk topi itu, hingga detik ini saya masih mengingat dengan jelas detail rasa, peristiwa, wajah dan segalanya tentang kenangan masa kecil itu, karena satu-satunya yang bisa saya simpan hanya kenangan karena tidak ada secarik foto pun yang bisa membuat saya melihat rupa serta peristiwa masalalu, tapi syukurlah kenangan-kenangan itu masih melekat kuat dalam ingatan saya, dan jujur saja hingga saat ini saya tidak seperti kehilangan beliau secara emosional hanya saja memang ketika saya pergi kerumah kakek dan nenek saya semuanya berbeda, benar-benar sepi dan kehilangan itu menjadi nyata. Beliau sebenarnya adalah kakek buyut saya, Alhamdulillah kakek nenek saya masih ada dari pihak ibu tapi tetap saja berbeda, karena saya sudah terlalu menganggap kehilangan sosok kakek setelah Alhmarhum meninggal. Kasih sayang yang tulus memang akan sampai walaupun waktu berubah, raga tak terlihat, tapi kenangan akan tetap tertanam kuat.

Saya memang tak bisa lagi melihat senyuman kakek saya, tak bisa mendengar ceritanya, tak bisa ikut ke sawah yang beliau garap seperti waktu lampau, saya juga belum bisa memberikan apa-apa sebagai cucu karena beliau pergi terlalu cepat, saya hanya bisa berdoa karena memang itulah satu-satunya cara agar saya bisa tetap merasakan bahwa saya pernah diberikan sosok kakek yang begitu hebat..

In your sleep, I pray that God will always keep you blessed...
When I close my eyes, I can see how sweet your smile for us
In your deep sleep, I pray you'll be happy
In your deep sleep, I pray that we'll met in our next life Abah and I'll say thank you for telling me so much story in my childhood
I've missed you so much Abah...

Senin, 24 Oktober 2016

Unexpected Reason

So much people asked me "why?" since I have something they really want, but I let this thing go. I didn't make the decision carelessly because I've been thinking for along times ago even since the first day I got this rare chance. This kind of drama in my life, one of the story ????
What's the reason?
You can not figure it out, because I can not reveal the most true reason of me but I just need to show you that I really mean it.

Selasa, 18 Oktober 2016

The Best Teacher

Experience is the best teacher, for someone like me and for other peoples who had so much event in life they'll know what I mean about every mistakes in our life could be our best guidance for being a better "Me" in the end. Another phrase I know is "No pain no gain", but sometimes I think that we shouldn't let what we didn't like stay for a long time, do not only sit down in your sorrow because you also need to go, let your self to be free. 

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- 
Terkadang kita lupa kalau Allah telah memberikan kita banyak rahmat dan nikmat yang tidak akan pernah bisa kita hitung sampai kita lupa jika hal tersebut selalu kita dapatkan, lain halnya dengan cobaan dan musibah yang mungkin hanya beberapa kali kita dapat karena Allah merindukan kita malah menjadi sesuatu yang kita ingat seolah lupa akan banyak hal yang telah diberi. Misalnya mengeluh ketika merasakan sakit selama 1 bulan padahal dari satu tahun 11 bulan diantaranya Allah telah memberi kita kesehatan dan kita lupa bagaimana nikmatnya sehat yang Allah berikan selama sebulan itu dengan sangat mengeluh ketika sakit. Bukan, bukan saya ingin mengatakan bahwa sudahlah sakit ya sakit saja toh selama bulan-bulan lain kamu sehat kok, bukan hanya diam seperti itu yang saya maksud, karena jalan terbaik menghadapi kesakitan adalah dengan kesadaran untuk berusaha keluar dari rasa sakit itu dan menghadapinya, sadar kalau kita memang mungkin perlu untuk merasakan sakit itu agar kita tahu bagaimana cara menghadapi kerikil yang menghadang dan tidak terhenti karena halangan kecil itu.
Saya pun adalah orang yang seperti itu, mengeluh akan rasa yang tidak nyaman dalam bentuk apapun tapi lupa pada nikmat yang terlampau banyak. Terkadang sampai pada titik dimana saya sangat down dan rasanya ya hanya ingin menangis, mengeluh sudah pasti, dan terkadang menyalahkan orang lain atas apa yang menimpa, padahal jangan seperti itu. Kita boleh saja menangis sejadinya, sedih juga boleh saja, bahkan berteriak tapi jangan sampai membuat kita berhenti, jangan sampai membuat kita menjauh dari Allah SWT hanya karena sedikit rasa sakit, bukankah ini adalah moment paling mesra kita dengan Sang Penguasa Alam? saat kita dengan benar-benar dicintai oleh-Nya, ketika Allah merindukan kita bercerita kepada-Nya tentang apa yang kita rasakan, betapa syahdunya setiap pertemuan dalam Shalat menjadi lebih dekat, dan percayalah setelah semuanya terlalui kamu akan sangat merasakan betapa nikmatnya kehidupan yang Allah telah anugerahkan kepadamu.

Don't let yourself down because you fall, you just need to take a breath, remember that Allah always be with you and wake up again and again everytime you fall. That bad experience will change become the best one teacher ever you had in your whole life... Be patient, keep sober, and God will do the rest you just need to believe in Him Allah SWT. Your sorrow is just like a life cycle of a butterfly, it will come out as a beautiful butterfly after it passed of being caterpillar and cocoon.



Yuli Yuliani

Kamis, 13 Oktober 2016

Belajar dari drama

Hidup ini bukan drama, katanya. Tapi bukankan hidup ini sebenarnya memang hanya drama dan kita sendiri hanyalah lakon yang melakukan adegan yang disiapkan Sutradara dalam hal ini adalah Allah SWT adalah yang mengendalikan segala yang ada dalam diri kita, sekitar kita, bahkan yang tidak kita pernah ketahui. Lalu kenapa banyak orang yang bilang bahwa hidup ini bukanlah sebuah drama? padahal secara sadar kita ada dalam cerita yang kita tidak tahu akan jadi seperti apa bukan? 
Sinetron, drama, teater, ludruk, paguneman, lenong, dan apapun itu sebenarnya kita bisa belajar banyak dari semuanya karena mereka adalah semacam "kita" yang ditampilkan untuk kita sebagai gambaran bagaimana yang terjadi pada masyarakat, pada kehidupan kita, agar kita bisa melihat "oh seperti ini hal yang sebenarnya kami lakukan dalam kehidupan" dalam bentuk mini, semacam visualisasi kehidupan kita sendiri lewat orang lain karena pada esensinya kita sangat sadar bahwa segala macam bentuk drama lakon itu berasal dari apa yang sebenarnya memang terjadi disekeliling kita, tidak ada yang terlalu berlebihan dalam drama jika saja kita menemukan orang yang memang sama seperti lakon yang kita tonton, kita bilang alur cerita tersebut dramatis, hiperbola dan sebagainya karena kita mungkin belum menemukan kejadian, orang atau pemikiran yang sama seperti yang ada di drama tersebut, dan setelah kita menemukannya kita akan bilang jika keadaan itu seperti pada drama karena kita lebih dulu tahu drama daripada kenyaataan.
Tidak ada drama mungkin ketika kita memang tahu apa yang bisa dilakukan manusia, bukankah tidak ada hal mustahil karena Sutradara yang kita miliki adalah yang Maha Hebat, belajarlah dari apapun yang kita temui, dari apapun yang bisa kita pelajari, bahkan dari drama paling dramatis sekalipun...



Being Dramatic isn't a mistake anyway
But when you have ever seen drama in your life, you will never do like the drama showed to you

Senin, 03 Oktober 2016

Selamat berjumpa di hari yang baru...

Sudah berulang kali saya berkata dalam blog ini bahwa saya akan mengambil sebuah risiko dalam hidup, salah satu keputusan yang saya ambil dengan inistiatif dan keinginan saya sendiri. Saya bahkan menghitung hari itu, hari ini ketika saya menulis catatan ini hanya tinggal 27 hari lagi saya harus tinggal disini (InsyaAllah).
Apa yang akan terjadi pada saya hari nanti sayapun tidak tahu, yang jelas hari yang baru bersama orang-orang yang saya cintai disekeliling saya begitu membuat saya bersemangat. Akhinya mengingat lagi, doa dan ridho ibu memang benar-benar yang diridoi Allah SWT ya, dulu sebelum saya ketempat ini sebenarnya Ibu saya tidak mengijinkan saya bekerja diluar kota tapi saya tetap ngotot tidak apa-apa, sekarang saya merasakan apa yang dilarang ibu saya. Beliau tahu saya seperti apa, tahu batas saya sampai pada tahap mana maka dari itu beliau melarang saya terlalu jauh. Bismillah, new day, new place be nice to me please...

Rabu, 28 September 2016

Berpikir Terbalik

Ada pengalaman unik yang saya dapatkan pada hari kemarin, hal yang mengagetkan tetapi sekaligus membuat saya geli sendiri, tidak ada kekhawatiran sedikitpun tentang suatu hal karena akhirnya saya berpikir bahwa "finally I found someone who understand my condition" karena selama ini saya mencoba untuk mengungkapkan apa yang sebenarnya saya rasakan tetapi tidak ada yang bisa menebak arah pembicaraan saya kearah yang saya tuju, tapi hari kemarin untuk pertama kalinya ada seseorang yang mengerti akhirnya apa yang sebenarnya terjadi pada saya, saya lega karena merasa seperti telah berhasil mengatakan sesuatu yang sudah sangat lama saya coba katakan kepada banyak orang.
Terimakasih untuk mereka yang telah tahu dan akhirnya membuat saya seperti menemukan lagi apa yang harus saya lakukan, menemukan kembali pijakan setelah sepertinya hilang selama saya mengira-ngira dan menyimpan semuanya sendiri.
Satu pelajaran yang saya dapat dari seseorang itu yang sedikit aneh tapi cukup masuk akal "Jika kamu panik, maka panik lah sepanik-paniknya lalu tariklah nafas yang dalam dan keluarkan perlahan dan lama, karena jika kamu melawan rasa itu justru rasa itu akan bertahan lama" saya sempat kaget mana mungkin bisa begitu? , jadi jika saya sedih saya juga harus sedih sesedih sedihnya dulu lalu melepaskannya? dan apakah itu berlaku untuk segala hal? saya tidak tahu, tapi terimakasih untuk segala pelajaran yang saya dapat kemarin hari. Menjadi terburu-buru terkadang memang tidak baik ternyata, yang jelas saya masih pada keputusan saya dan masih mencoba untuk memperjuangkannya...